Kamis, 20 November 2014

Cerita Langitku



sejak kapan aku mulai menyendiri? sejak kapan aku mulai merasakan sepi?? sejak kapan aku mulai membicarakan rindu?? Sejak kapan fikiranku berdiri sendiri dan diam dalam lamunan itu??
Aku memang mengenalnya dari cerita teman-teman dekatku, karena saat itu ada yang menyukainya. Tapi tak pernah aku mengira, akupun terperangkap dalam pandangan pertama itu.
Saat itu, Saat pertama kali aku melihatnya, di depan sekolah, tepat di parkiran sekolah, bumi seolah diam, angin yang berhembus diiringi dedaunan yang jatuh perlahan, menjadikan waktu seolah tak ingin berputar lagi.
Awalnya aku tak bermaksud untuk berfikir kearah sana karena saat itu aku pun sedang mencuri pandang terhadap teman sekelasku. Tapi watu berbicara lain, dia memperkenalkanku pada pandangan pertama itu. Hanya saja bukan hanya aku yang memiliki perasaan itu, bahkan teman dekatku pun menyimpan rasa kepadanya. Semua terlihat jelas dari bahasa tubuh yang sama seperti ku.
Pesonanya diluar nalar di dalam kesadaran semua orang, karena dia itu indah. Aku diam-diam suka kepadanya, tapi aku tak mau bahkan mungkin tak berani untuk bercerita kepada teman-temanku.
Hari berganti dan berganti, Pelajaran sekolahpun hanya mampir di telinga kanan saja, dan keluar lagi di telinga kiri. Aku tak perduli dengan apa yang terjadi pada pelajaran disekolah, bahkan keingin tahuanku hanya diam di satu titik seolah rotasi bumi berputar dititik itu. Saat itu aku benar benar tenggelam dalam lamunan itu. Lamunan yang membawaku pada kebodohan dimana logika hanya sebatas benda mati yang tak terjamah lagi. Hanya saja aku takut bahkan terlalu takut untuk berbicara pada kenyataan, hingga perasaan ini tak pernah tersampaikan.