sejak kapan aku mulai
menyendiri? sejak kapan aku mulai merasakan sepi?? sejak kapan aku mulai
membicarakan rindu?? Sejak kapan fikiranku berdiri sendiri dan diam dalam
lamunan itu??
Aku memang mengenalnya
dari cerita teman-teman dekatku, karena saat itu ada yang menyukainya. Tapi tak
pernah aku mengira, akupun terperangkap dalam pandangan pertama itu.
Saat itu, Saat pertama
kali aku melihatnya, di depan sekolah, tepat di parkiran sekolah, bumi seolah
diam, angin yang berhembus diiringi dedaunan yang jatuh perlahan, menjadikan
waktu seolah tak ingin berputar lagi.
Awalnya aku tak
bermaksud untuk berfikir kearah sana karena saat itu aku pun sedang mencuri
pandang terhadap teman sekelasku. Tapi watu berbicara lain, dia
memperkenalkanku pada pandangan pertama itu. Hanya saja bukan hanya aku yang
memiliki perasaan itu, bahkan teman dekatku pun menyimpan rasa kepadanya. Semua
terlihat jelas dari bahasa tubuh yang sama seperti ku.
Pesonanya diluar nalar
di dalam kesadaran semua orang, karena dia itu indah. Aku diam-diam suka
kepadanya, tapi aku tak mau bahkan mungkin tak berani untuk bercerita kepada
teman-temanku.
Hari berganti dan berganti,
Pelajaran sekolahpun hanya mampir di telinga kanan saja, dan keluar lagi di
telinga kiri. Aku tak perduli dengan apa yang terjadi pada pelajaran disekolah,
bahkan keingin tahuanku hanya diam di satu titik seolah rotasi bumi berputar
dititik itu. Saat itu aku benar benar tenggelam dalam lamunan itu. Lamunan yang
membawaku pada kebodohan dimana logika hanya sebatas benda mati yang tak
terjamah lagi. Hanya saja aku takut bahkan terlalu takut untuk berbicara pada
kenyataan, hingga perasaan ini tak pernah tersampaikan.